Showing posts with label Polewali Mandar. Show all posts
Monday, January 1, 2018
5 Wisata Sosial Suku Mandar, Sulawesi Barat
Wisata Sosial Suku Mandar ini mengandung pengertian kita melakukan kegiatan wisata namun dibalik kepuasan yang kita dapat terdapat beberapa aspek nilai sosial yang kita berikan atau kita dermakan sebagai wujud rasa kesetiakawanan sosial. Di suku mandar itu sendiri terdapat beberapa aktifitas keseharian masyarakat yang bisa kita pelajari dan ikut mencoba untuk melihatnya. Wisata ini di suku ini memberikan rasa tersendiri dalam berbaur dalam keseharian masyarakat mandar. Jika jalan-jalan ke daerah mandar maka anda bisa melihat-lihat kegiatan masyarakayt. Apa saja kegiatan masyarakat mandar? simak penjelasan berikut ini:
Penenun Sutera Mandar
Polewali Mandar Kabupaten sungguh baik dikenal sebagai pusat sutera yang menenun produksi. Penenun sutera mempunyai aneka pilihan dan mempola disain. Pusat sutera yang menenun produksi dapat ditemukan beberapa daerah seperti Tinambung, Balanipa, dan Limboro lebih dari 25 Barat Km bagian dari Polewali. Hampir semua penenun adalah wanita-wanita sebab konsep Siwaliparri Keikutsertaan. Karena wanita-wanita, menenun sutera adalah lambang loyalas dan integritas untuk suami mereka.
Pembuat Gula Aren
Aktivitas Mandar orang-orang untuk mendukung rumah tangga sedang membuat suatu goresan/ukiran di (dalam) pohon gula aren untuk memperoleh getah. Pohon aren adalah bahan gula aren yang terutama yang tinggal di area gunung. Pembuat gula aren dapat melayani secara langsung sebagai hidangan lokal atau mengirimkannya kepada pusat dari produksi gula aren tradisional di Balanipa, Limboro, Tinambung, dan lain
Pemecah Buah Kemiri
Konsep Siwaliparri' (Keikutsertaan Wanita-Wanita dalam mencari-cari pendapatan rumah tangga) dapat dilihat dalam aktivitas sehari-hari memecah kulit buah kemiri. Anda dapat temukan aktivitas ini di Limboro dan Alu Daerah 35 Km dari Polewali menuju ke Barat.
Pemancingan
Bahari adalah salah satu karakteristik lokal dari orang-orang Mandar. Menangkap ikan di perairan merupakan aktivitas sehari-hari orang Mandar. Anda temukan kultur yang unik ini karena kebiasaan aktivitas memancing orang Mandar sepanjang area daerah pantai.
Gembala Kambing
Aktivitas harian yang kebanyakan orang-orang pada sore hari yaitu mencari kambing mereka. Binatang ini biasanya dijinakkan oleh orang-orang Mandar tradisional. Temukan pandangan yang jarang ini dekat Palippis jalan ke Tinambung 20 Km bagian Barat dari Polewali. Mereka menjinakkan kambing itu untuk meningkatkan pendapatan hidup.
Thursday, December 28, 2017
Inilah Arti dan Makna Logo Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat
Sebagai warga Kabupaten Polewali mandar, sepatutnyalah kita harus tau arti dari lambang atau logo yang sering kita lihat dan gunakan. Berikut ini ulasan tuntas tentang arti dan makna logo Kabupaten Polewali Mandar:
# Dasar Logo
Perisai yang berbentuk segi lima datar yang secara simbolik melambangkan pertahann yang kokoh dan kuat, seimbang dan sinerjik antara dua unsur yaitu unsur jasmaniah dan unsur rohaniah. Dengan kesatuan dua unsur tersebut memberi makna yang penting dalam budaya kemandaran yaitu bersatunya Alang mallinrung (kerohanian) dan alang maqnyata (jasmaniah).
# Latar Belakang
Latar Belakang logo ini beralaskan corak sarung sutra mandar (sureq Pangulu) adalah salah satu sureq sarung sutra mandar yang sarat dengan makna yang luhur yang harus dimiliki dan dipakai dalam berbagai upacara adat bagi maraqdia dan Hadat di tanah Mandar.
# Makna warna kuning dalam berbagai simbol
Warna kuning dalam budaya Mandar melambangkan keutamaan dalam sifat-sifat berharkat dan bermartabat (Malaqbi). Makna ini dapat ditemukan dalam budaya mandar yang diungkapkan diberbagai lontar yaitu : ”pelindo lindo maririo nanacanringngo’o paqbanua ” (anda diharuskan memiliki sifat yang berharkat dan bermartabat agar dicintai oleh rakyat). Demikian juga terdapat dalam lagu-lagu Mandar, salah satunya berbunyi: ”annaqtama dibuaro bawaq sau ditangnga saupaqnala lindo-lindo mariri”
Bintang yang terletak diatas baju pasangan adalah simbol dari:
- Ketuhanan yang Maha Esa
- Kelima sudutnya perlambang lima unsur nilai budaya tertinggi dalam Pancasila
- Bintang dalam budaya Mandar merupakan suatu tanda bagi para pelaut dalam menentukan suatu tujuan akhir, bintang sangat memberi nuansa ilmu pengetahuan bahari yang terdapat dalam ”paissangang aposasiang” (Ilmu yang berkaitan tentang kebaharian) dan titik tumpuh dalam ilmu pengetahuan berlayar yang disebut ”paissangang asombalang” atau ilmu pengetahuan dalam berlayar.
Rangkaian Padi dan Bunga Kelapa (Mayang / Burewe)
Rangkaian Padi yang padat – berisi dan berwarna kuning keemasan melambangkan usaha menuju kemakmuran pangan. Posisinya yang melengkung mencerminkan sifat malaqbi (mulia) dan rendah hati (tawadhu) sebagai sumber kekuatan, inspirasi, sekaligus pedoman dalam berpemerintahan dalam bermasyarakat. Adapaun mayang kelapa berwarna kuning keemasan menggambarkan kekayaan sumber daya alam Polewali Mandar. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi ini dapat mendinamiskan kegiatan ekonomi dan meningkatkan PAD. Mayang kelapa ini terdiri dari : Bakal kelapa (Kalanjo) berjumlah 17, tangkai bunga kelapa (burewe) berjumlah 8.
# Gunung Hijau
Gunung Hijau yakni Gunung ”Tammeundur” 5 (lima) puncak lainnya adalah bukit-bukit Tammeundur yang melebar sampai ke Kecamatan Tutallu, Kecamatan Tinambung, Kecamatan Campalagian, Kecamatan Wonomulyo, dan Polewali inilah Kecamatan awal pembentukan Polewali Mamasa. Di gunung ini berisi berbagai sumber daya alam (jenis mineral dan minyak, dll). Diseputar gunung ini terdapat hutan yang bermakna berbagai tanaman-tanaman komoditi dan kayu serta komoditas ekspor jenis Kakao, Kelapa dan lain-lain. Darinya juga mengalir hulu-hulu sungai yang mengairi hamparan sawah yang memberi makna, bahwa Kabupaten Polewali Mandar adalah salah satu lumbung beras di Indonesia.
# Baju Pasangan
Sebagai latar belakang dari simbol laut, ombak, sandeq, dan gunung. Dalam budaya Mandar baju ini hanya dipakai oleh seorang perempuan yang telah dewasa, ini melambangkan sebuah kepribadian yang tangguh, mandiri, bertanggungjawab, dan sifat menjaga siri’ dan lokkoq bagi keluarganya. Disamping itu baju pasangang ini berarti simbol keteguhan dan kasih sayang dalam kehidupan rumah tangga yang bermakna ”sibali parriq” bagi kelangsungan hidup keluarga yang sangat dihayati dalam makna budaya Mandar sampai kini. Baju pasangan atau baju ”Boko” dalam masyarakat Mandar biasanya dipakai oleh wanita dewasa, dimana wanita dalam keluarga juga turut menunjang kehidupan keluarga dalam makna ”sibali parriq”.
# Perahu Sandeq
Perahu Sandeq (lopi sandeq) adalah jenis perahu bercadik khas Mandar yang harfiahnya ’sandeq’ runcing (mengacu pada bentuk lambungnya). Lopi Sandeq merupakan warisan yang tidak ternilai yang diperoleh melalui penciptaan rasa dan karsa yang tinggi yang merupakan pencerminan keseimbangan, kesederhanaan, keindahan, kecepatan, ketepatan, dan ketangguhan yang menjadi karakteristik orang Mandar. Nilai-nilai yang ada pada Tambera (tali penahan pallayarang) sebagai lambang kekuatan yang harus seimbang. Sobal (layar) berwarna putih berbentuk segitiga sebagai simbol fleksibilitas yang tinggi, kegigihan, lambang ketulusan dan kepolosan. Guling (kemudi) sebagai simbol ketepatan mengambil keputusan. Pallayarang (tiang layar utama) sebagai penentu utama kelajuan perahu dan sebagai simbol terpacunya cita-cita kesejahteraan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Palatto (cadik), baratang dan tadiq sebagai lambang penyeimbang dan pertahanan serta memiliki jangkauan visi yang jauh menyongsong masa depan. Lopi Sandeq berwarna putih sebagai simbol sifat kesucian serta tekad yang tulus dalam mengemban hakekat amanat rakyat dan merupakan warna khas kemandaran yang berarti putih bersih siap terbuka untuk menghadapi perubahan yang terpatri dalam ungkapan budaya Mandar yang berbunyi ”Ibannang Pute Meloq dicinggaq meloq dilango lango”. Lopi Sandeq yang terlihat dinamis mengandung makna bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar beserta masyarakatnya senantiasa dinamis untuk meraih cita-cita dengan senantiasa antusias mencari solusi dari setiap tantangan dan kendala yang menghadang.
# Gelombang yang berjumlah 17 lekuk
Hal ini berarti bahwa dalam perjalanan mengarungi lautan kehidupan, sandeq tetap jaya dalam tantangan, dan 17 lekukan tersebut adalah bermakna 17 Agustus sebagai tanggal kelahiran Negara Republik Indonesia yang menggambarkan bahwa Polewali Mandar adalah salah satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
# Allamungan Batu di Luyo ( Batu Luyo )
Allamungan Batu di Luyo (Batu Luyo) adalah bukti sejarah sebagai simbol permufakatan 7 (tujuh) kerajaan di Hulu Sungai (pitu ulunna salu) dan 7 (tujuh) kerajaan di Muara Sungai (pitu baqbana binanga).
# Bunga Melati
Tiga bunga melati putih bermakna tiga pilar yang kokoh, bersatu bersinerjik dalam mengawal pembangunan Kabupaten Polewali Mandar yaitu :
- Unsur Pemerintah
- Unsur Masyarakat
- Unsur Swasta (wirausaha)
# Pita Merah dengan Tulisan warna putih
Pita Merah dengan tulisan ”Sipamandaq” adalah hasil (out put) dari perjanjian luyo yang disebut Perjanjian Sipamandaq pada abad 14 M. Makna kata SIPAMANDAQ adalah saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya.
# Tali
Tali tambang berwarna kuning emas menggambarkan konsep assitaliang (kesepahaman) atau siperautangngarang (bermusyawarah) dalam kebudayaan Mandar. Konsep ini tersirat dalam ikrar dialogis, seperti ”malebu parriqdiqmoqo?”’ Io malebu parriqdiqmaq!”. Tali tambang ini juga mengandung nilai kekuatan, kesatuan, keseimbangan dan saling menghargai.
Saturday, November 29, 2014
Wisata Agro Kabupaten Polewali Mandar
Wisata Agro Kabupaten Polewali Mandar
Wisata agro adalah salah satu andalan wisata di kabupaten Polewali mandar. Polewali Mandar merupakan daerah yang sangat subur, sehingga banyak tanaman yang dapat tumbuh di tanah Mandar ini. Hampir di semua kecamatan ada jenis buah yang tumbuh, sehingga bila musim buah telah tiba maka seluruh masyarakat polman dapat menikmatinya. Jenis buah yang ada di Polewali Mandar ini adalah sebagai berikut:
1. LANGSAT
Salah satu andalan pada wisata ini adalah Langsat yang telah menjadi kekhasan Polewali Mandar. Pada musim-musim tertentu, hampir di semua kecamatan, utamanya yang terletak di pedalaman seperti: Anreapi, Binuang, Matangnga, Tapango, Matakali, Campalagioan, Luyo, Mapilli, Balanipa , Limboro, dan Alu, serta Tu'bi Taramanu jenis buah ini sangat mudah ditemukan. Dan yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan pada musim-musim Langsat adalah di Kecamatan Binuang yang untuk menjangkaunya bisa ditempuh dengan perjalanan menuju ke arah Selatan dari ibukota Polewali dengan jarak temph berkisar 3 Km. Di tempat ini pengunjung akan menemukan toko yang bertebaran di setiap sisi jalan.
2. RAMBUTAN
Buah-buahan lainnya yang khas adalah rambutan.Hampi dengan langsat kita dapat menemukannya hampir di setiap kecamatn yang ada di kabupaten Polewali Mandar. Para wisatawan juga dapat menikmati langsung di pohon atau kebun rambutan .
3. DURIAN
Buah yang satuini jangan ditanyakan lagi atas keberadaannya di Kabupaten Polewali Mandar ini. Buah duriannya besar dan manis. Bagi para pecinta durian dapat berkunjung ke Polewali Mandar pada saat musim buah tiba. Hampir di setiap kecamatan buah durian ini dapat ditemukan.
4. KELAPA
Polewali mandar memiliki garis pantai yang panjang, sehingga hampir di seluruh pinggir pantai tumbuh pohon kelapa ini. Sehingga tidak heran bila kabupaten ini menghasilkan banyak buah kelapa. dan juga buah kelapa ini berbuah sepanjang tahun sehingga tidak kehabisan penyimpanan bagi para pengunjung.
5.JAWAWUT, KOPI DAN NANGKA
Kekayaan wisata agro lain yang khas di kabupaten polewali mandar ini adalah jawawut, kopi dan nangka. Untuk para wisatawan ataupun pembeli yang ingin memperolehnya dapat mengunjungi semua pasar-pasar tradisional di setiap kecamatan di Kabupaten ini.
Itulah wisata agro yang dapat kita jumpai di Kabupaten Polewali Mandar. Bagi para pecinta salah satu jenis buah yang ada di atas silahkan berkunjung ke kabupaten Polewali Mandar. Sekian dan terima kasih!
Friday, November 28, 2014
Kebudayaan dan Kepariwisataan Polewali Mandar I Wisata Maritim
KEBUDAYAAN DAN KEPARIWISATAAN POLEWALI MANDAR
Membahas tentang budaya dan pariwisata, Polewali Mandar tentunya tidak ketinggalan dengan kedua hal itu. Mengingat bahwa Kabupaten Polewali Mandar sebagai bagian dari tanah Mandar yang pernah mencapai masa keemasan peradabannya pada tempo dulu, hingga kini menyisakan beragam artefak kebudayaan.
Polewali Mandar sebagai gerbang sulawesi barat yang mempunyai berbagai macam kebudayaan yang unik dan pariwisata yang menarik serta potensi dan kekayaan alam yang perlu dikembangkan. Sebagai anak mandar, yang lahir dari keturunan orang mandar harus dan wajib menjaga dan mengembangkan potensi daerah yang gue (iyau, keren sedikitlah sob, hehe) miliki. Oleh karenanya salah satu yang bisa saya lakukan saat ini adalah memperkenalkan kepada dunia tentang keberadaan suku mandar dengan segala keunikan budaya dan pariwisatanya yang selama ini belum terekspos dengan baik.
Sebelum kita membahas lebih lanjut terlebih dahulu kita harus tahu defenisi dari budaya dan pariwisata. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta, yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia, yang kemudian menciptakan sesuatu kebiasaan yang unik. Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini.
Pada pembahasan kali ini saya akan menjelaskan tentang pariwisata yang ada di kabupaten Polewali Mandar yang didalamnya juga termasuk wisata budaya.
WISATA MARITIM
- PULAU BATTOA
Gugusan pulau-pulau akan nampak di depan mata pengunjung yang memasuki Polewali Mandar, karena Mandar berada di daerah pesisiran pantai. Ada saja pulau yang berpenghuni dan ada juga yang tidak berpenghuni yang sama-sama menyajikan pemandangan yang eksotik. Pulau battoa ini serta gugusan pulau-pulau yang lain terletak di Kec. Binuang dan Kec. Polewali. Para wistawan dapat menempuh perjalanan menggunakan perahu motor kurang lebih 30 menit untuk menjangkaunya.
Tuesday, November 18, 2014
Nilai Kearifan Lokal Daerah Mandar
Nilai Kearifan Lokal Daerah Mandar. Mandar merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia tepatnya di Sulawesi Barat. Dulunya suku ini merupakan sebuah kerajaan yang dimana orang-orangnya berwatak tegas dan berani, tapi seiring berkembangnya waktu suku ini tidak lagi menjadi sebuah kerajaan karena besarnya pengaruh dari hokum Negara ketimbang hokum di suku Mandar itu.
Baca juga:
Inilah Arti dan Makna Logo Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat
Sekilas Tentang Sejarah Asal Usul Suku Mandar
Aneka Wisata Kuliner Legendaris Khas Suku Mandar, Sulawesi Barat
Aneka Wisata Kuliner Legendaris Khas Suku Mandar, Sulawesi Barat
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)










